Ibuhamil tentu penting untuk menjaga asupan makanan karena akan berpengaruh kepada perkembangan bayi di dalam kandungan. Demi menjaga kesehatan ibu dan bayi, berikut ini beberapa jenis makanan yang dilarang untuk ibu hamil: 1. Makanan dan minuman yang mengandung alkohol. Saat seorang ibu hamil mengonsumsi alkohol, maka alkohol tersebut dapat Jikadaging tidak matang sepenuhnya, bakteri dapat bertahan hidup dan berkembang biak di dalam tubuh kita bila dikonsumsi. Hanya perlu 10 bakteri hidup dalam burger atau sosis untuk dapat menyebabkan keracunan makanan E. coli. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang tercemar kotoran hewan (Nurwantoro, 1997). 2 Buah Pisang. Pisang mengandung nutrisi tinggi kalori sehingga kurang diminati bagi pelaku diet, tetapi di sisi lain pisang juga mengandung tinggi serat sehingga dapat bermanfaat untuk mengontrol berat badan. Selain itu, pisang juga diperkaya dengan kalium, mineral penting untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Urinetidak hanya bisa menunjukkan kandungan narkoba di tubuh seseorang. Komposisi senyawa di urine juga dapat jadi petunjuk makanan apa saja yang dikonsumsi. Dairyproduct seperti susu, yogurt dll, memang bagus untuk dikonsumsi karena mengandung fosfor, potasium serta protein yang baik untuk tubuh. Namun untuk seseorang dengan penyakit ginjal tentu hal ini tidak baik dan berpotensi merusak ginjal. TanyaMclntosh, seorang praktisi pengendalian infeksi di University of Kansas, Medical Center mengatakan, mencuci tangan adalah hal penting, termasuk saat memasak, demi mencegah kontaminasi silang. "Makanan seperti daging mentah, sayuran dengan kotoran di atasnya atau telur dapat mengandung bakteri berbahaya yang dapat membuat Anda sakit jika fz8tOHx. – Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan sering buang air besar BAB, feses berair, dan perut terasa sangat mulas atau perih. Diare umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus di dalam saluran pencernaan, khususnya di bagian usus. Masalah diare umum terjadi di masyarakat dan dapat mengganggu jalannya aktitivitas makanan, terbukti baik dikonsumsi saat diare karena bisa bantu proses penyembuhan. Baca juga 7 Penyebab Diare Paling Umum yang Perlu Diwaspadai Lantas apa saja makanan tersebut? 1. Makanan hambar Dikutip dari HealthLine, makanan hambar dan rendah serat adalah pilihan terbaik untuk dikonsumsi saat diare. Makanan yang rendah serat membantu menurunkan tingkat keparahan masalah di saluran pencernaan. Makanan ini juga bersifat mengikat, sehingga membantu feses jadi lebih padat. Makanan tersebut seperti Nasi putih Roti putih. 2. Air putih Konsumsi banyak cairan dapat membantu seseorang tetap terhidrasi dan menggantikan cairan yang hilang akibat diare. Adapun yang dapat dikonsumsi untuk tetap terhidrasi antara lain Air putih Es batu dengan cara dihisap Air yang diperkaya elekrolit Teh tanpa kafein. FREEPIK/XB100 Roti putih dan nasi putih adalah makanan untuk diare yang baik. Keduanya mudah dicerna dan mengikat, artinya membantu mengentalkan kotoran yang encer akibat diare. 3. Makanan tinggi probiotik Dikutip dari VerywellHealth, makanan dengan kandungan probiotik atau sering disebut "bakteri baik" dapat mempersingkat durasi diare. Probiotik bekerja dengan melepaskan bahan kimia yang memecah racun perusak yang dihasilkan oleh bakteri tidak sehat yang menyebabkan diare. Contoh makanan probiotik seperti Kombucha Kimchi Kefir Yogurt. Baca juga 8 Gejala Diare yang Sering Diabaikan 4. Makanan asin Dilansir dari MedlinePlus, makanan yang asin dapat membantu seseorang segera pulih dari diare. Hal itu karena makanan asin mengandung natrium yang cukup tinggi, yang mempunyai peran untuk mengatasi masalah dehidrasi karena diare. Makanan asin contohnya seperti Sup kaldu jamur, ayam, atau sapi Telur asin Keripik. 5. Makanan berpotasium Makanan yang berpotasium tinggi bisa membantu mengembalikan mineral tubuh yang ikut keluar karena diare. Makanan berpotasium tinggi antara lain Pisang Kentang yang sudah dikelupas kulitnya, kemudian dipanggang atau direbus Apel Bayam. Baca juga Diare Bisa Menjadi Gejala Diabetes, Ini Penjelasannya Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. - Bakteri adalah organisme prokariotik yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui cara-cara untuk mengatasi bahaya yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Berikut ini pembahasan tindakan preventif dan pengawetan makanan sebagai langkah-langkah yang dapat diambil untuk melawan bakteri yang berpotensi merugikan. Tindakan Pencegahan Preventif 1. Vaksinasi Salah satu cara pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri adalah dengan vaksinasi. Vaksin mengandung bakteri yang telah dilemahkan sehingga tubuh dapat mengembangkan kekebalan terhadap bakteri penyebab penyakit tertentu. Contohnya adalah vaksin kolera, vaksin tifus, vaksin BCG TBC, vaksin DTP difteri, tetanus, pertusis, dan vaksin TCD typus, kholera, desentri. 2. Sterilisasi Sterilisasi digunakan dalam pengawetan makanan untuk memusnahkan bakteri. Metode aseptis digunakan untuk mencapai kondisi steril. Sterilisasi dapat dilakukan dengan pemanasan menggunakan udara panas atau uap air panas bertekanan tinggi. Penggunaan oven dengan suhu 170-180°C digunakan untuk sterilisasi peralatan di laboratorium, sementara autoklaf dengan suhu 115-134°C digunakan untuk sterilisasi bahan dan peralatan. 3. Pasteurisasi Pasteurisasi adalah proses pemanasan dengan suhu rendah selama beberapa waktu, umumnya dilakukan pada bahan makanan yang tidak tahan pemanasan dalam suhu tinggi, seperti susu. Tujuan pasteurisasi adalah mematikan bakteri patogen seperti Salmonella dan Mycobacterium, sambil mempertahankan rasa dan aroma khas dari makanan tersebut. Teknik pasteurisasi ditemukan oleh Louis Pasteur, seorang ilmuwan Perancis. Baca Juga Jenis-Jenis Bakteri Berdasarkan Alat Geraknya, Salah Satunya Bakteri Atrik Probiotik sangat dibutuhkan oleh sistem pencernaan agar dapat bekerja dengan baik. Simak sejumlah makanan probiotik yang baik untuk pencernaan dalam penjelasan berikut! Makanan probiotik untuk kesehatan Probiotik memang ada secara alami di dalam usus kita. Akan tetapi, Anda juga bisa mendapatkan probiotik dari makanan, minuman, dan suplemen. Beberapa makanan berikut ini dikenal sebagai sumber probiotik yang bisa Anda konsumsi sehari-hari untuk menjaga kesehatan. 1. Tempe Tempe berasal dari fermentasi kacang kedelai dan mengandung vitamin B12, serat larut, karbohidrat, dan asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanan yang biasanya jadi menu sehari-hari di Indonesia ini tak hanya bergizi, tapi juga kaya akan probiotik. Studi dalam Journal of Health Science and Prevention 2019 menemukan efektivitas tempe untuk pengobatan diare pada anak. Struktur karbohidrat pada tempe dapat mengikat bakteri penyebab diare, sehingga nantinya akan dikeluarkan lewat feses. Selain mudah didapatkan, tempe bisa disajikan dengan pengolahan yang cukup mudah seperti digoreng, dipanggang, atau dimakan dengan salad. 2. Yoghurt Salah satu sumber probiotik yang paling banyak dikenal dan paling mudah didapat adalah yoghurt. Yoghurt adalah susu yang ditambah dengan probiotik seperti Lactobacillus atau Acidophilus. Selain membeli produk yoghurt kemasan, Anda dapat membuat minuman probiotik ini di rumah. Jika membeli di supermarket, perhatikan bahan-bahan tambahan yang terdapat pada produk. Sebaiknya pilihlah yoghurt yang memiliki kandungan gula tambahan dan yang tergolong rendah. 3. Keju Makanan probiotik selanjutnya pasti sudah tidak asing lagi bagi Anda. Ya! Keju merupakan salah satu jenis sumber probiotik yang bisa Anda dapatkan dengan mudah. Keju memiliki kandungan zat gizi yang beragam, seperti protein, kalsium, vitamin B12, fosfor, dan selenium. Namun, ternyata tidak semua keju masih mengandung probiotik setelah melewati proses fermentasi. Beberapa jenis keju yang memiliki kandungan probiotik adalah keju mozarella, cheddar, gouda, dan keju cottage. 4. Acar Acar adalah mentimun atau sayuran lain yang difermentasi dalam larutan garam dan air. Proses fermentasi ini membuat mentimun menjadi asam, segar, dan awet. Bakteri baik yang dihasilkan dari proses fermentasi ini adalah probiotik yang baik untuk meningkatkan kesehatan pencernaan. Makanan yang biasanya disajikan sebagai tambahan nasi goreng ini juga rendah kalori dan merupakan sumber vitamin K yang baik, yaitu nutrisi penting untuk pembekuan darah. Namun, perlu diingat bahwa acar cenderung tinggi natrium karena direndam dengan larutan garam dan air seperti yang telah disebutkan. Penting untuk diperhatikan bahwa acar yang dibuat dengan cuka tidak mengandung probiotik. 5. Kimci Makanan probiotik berikutnya yang mungkin sudah tak asing bagi Anda pecinta masakan Korea adalah kimci. Kimci merupakan hasil fermentasi sawi atau sayuran cruciferous yang rasanya asin, asam, sekaligus pedas. Biasanya kimci disajikan dengan makanan-makanan lain khas Korea, seperti nasi, daging, atau telur. Selain mengandung bakteri yang bermanfaat, kimci mengandung beta karoten, kalsium, zat besi, dan vitamin A, C, B1, dan B2. Bahkan, mengutip dari studi dalam Journal of Medicinal Food 2014, kimci memiliki sifat antikanker, antiobesitas, antioksidan, dan antiaging. 6. Kefir Kefir adalah hasil fermentasi susu kambing atau sapi yang dicampur dengan biji kefir. Minuman probiotik ini sedang naik daun berkat manfaatnya yang tak kalah baik dari yoghurt. Selain mengandung bakteri Lactobacillus dan Bifidus, kefir juga kaya akan antioksidan. Hal ini membuat susu kefir disebut dapat mencegah masalah pencernaan, melindungi dari infeksi, hingga memelihara kesehatan tulang. Tak hanya itu, kefir juga tidak mengandung laktosa sehingga Anda yang memiliki masalah intoleransi laktosa dapat mengonsumsinya. 7. Sauerkraut Sauerkraut adalah makanan tradisional Eropa hasil fermentasi dari kol atau bisa juga dengan sayur lain. Makanan ini kaya akan probiotik yang bisa membantu kerja bakteri baik di usus dan mengurangi gejala alergi. Selain itu, sauerkraut kaya akan serat, vitamin C dan K, zat besi, serta kalium. Sauerkraut memiliki rasa asam dan manis, serta sering dikonsumsi sebagai topping sosis atau sebagai lauk. Makanan probiotik ini juga bisa Anda simpan selama beberapa bulan dalam wadah kedap udara. Namun, pastikan untuk memilih sauerkraut yang belum dipasteurisasi dipanaskan. Pasalnya, proses pasteurisasi dapat membunuh bakteri baik yang diperlukan tubuh. 8. Kombucha Anda mungkin mengenal kombucha sebagai teh hitam atau hijau yang dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Namun, tahukah bahwa minuman ini juga mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan Anda? Kombucha mengalami proses fermentasi dengan bakteri dan ragi yang diyakini memiliki potensi untuk memelihara kesehatan. Minum kombucha dapat menurunkan penyakit jantung hingga melancarkan pencernaan. 9. Miso Miso merupakan jenis bumbu makanan tradisional yang paling sering digunakan dalam sup miso, makanan sarapan populer di Jepang. Makanan probiotik ini dibuat dengan fermentasi kedelai, garam, sejenis jamur yang disebut koji. Cara lain untuk membuat miso adalah dengan mencampurkan kedelai dengan bahan lain, seperti beras dan gandum hitam. Miso memiliki kandungan protein dan serat yang baik untuk kesehatan pencernaan. Selain itu, makanan ini juga kaya akan berbagai vitamin dan mineral, termasuk vitamin K, mangan, dan tembaga. Miso juga disebut-sebut dapat memberikan manfaat kesehatan, seperti menurunkan risiko kanker payudara dan penyakit jantung. 10. Natto Selain tempe, makanan probiotik yang diolah dari fermentasi kedelai adalah natto, yang mengandung bakteri jenis Bacillus subtilis. Natto termasuk salah satu makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Jepang. Biasanya makanan ini dicampur dengan nasi dan disajikan dengan sarapan. Natto memiliki aroma yang khas, tekstur yang licin, dan rasa yang kuat. Selain mengandung probiotik, makanan ini kaya akan protein dan vitamin K2 yang penting untuk kesehatan tulang dan jantung. Nah, itulah sederet makanan probiotik yang lezat dan bermanfaat untuk kesehatan. Kira-kira mana yang ingin Anda coba untuk mendapatkan manfaatnya? JAKARTA - Arang aktif atau charcoal adalah bubuk hitam halus, tidak berbau, sering digunakan di ruang gawat darurat untuk mengobati overdosis dan keracunan. Beberapa orang mengeklaim charcoal juga dapat mengurangi perut kembung, meningkatkan kesehatan ginjal, dan menurunkan kadar kolesterol. Sumber karbon alami superheating seperti kayu menghasilkan arang aktif. Bubuk hitam ini menghentikan racun agar tidak terserap di perut dengan mengikatnya. Tubuh tidak dapat menyerap arang sehingga racun yang mengikat arang meninggalkan tubuh melalui kotoran. Arang aktif bukan zat yang sama dengan yang ditemukan pada batu bata arang atau potongan makanan yang dibakar. Pembuatan arang aktif membuatnya sangat menyerap, memungkinkannya mengikat molekul, ion, atau atom, serta menghilangkannya dari zat terlarut. Pembuatan arang aktif melibatkan pemanasan bahan kaya karbon, seperti kayu, gambut, tempurung kelapa, atau serbuk gergaji, hingga suhu yang sangat tinggi. Proses aktivasi ini menghilangkan arang dari molekul yang diserap sebelumnya dan membebaskan tempat ikatannya lagi. Proses ini juga mengurangi ukuran pori-pori pada arang dan membuat lebih banyak lubang di setiap molekul, sehingga meningkatkan luas permukaan keseluruhannya. Jika dikonsumsi di luar medis, apakah ini halal dan tetap bermanfaat bagi tubuh? Mengutip Halal Corner, penting untuk memperhatikan sumber arang aktifnya, misalnya apakah dari batok kelapa, kayu, atau tulang hewan. Hal senada juga diungkapkan dalam laman Halal MUI yang menegaskan untuk memperhatikan sumber arang aktifnya. Jika seluruhnya berasal dari tanaman, maka itu dipastikan halal. Namun jika berasal dari tulang hewan, tergantung dari jenis hewan dan cara penyembelihannya. Artinya tulang hewan yang hendak dibuat arang aktif tidak boleh berasal dari hewan-hewan yang diharamkan dalam Islam, seperti babi, anjing, hewan buas dan bertaring, serta burung bercakar atau berkuku tajam. Sementara cara penyembelihannya pun tentu harus mengikuti syariat Islam. Meskipun tidak ada penelitian konklusif berskala besar yang cukup untuk menetapkan manfaat arang aktif, tapi banyak produk over-the-counter OTC mengandalkan prinsip kimia dasar arang aktif untuk mempertahankan klaim manfaatnya. Melansir dari Medical News Today, berikut ini manfaat penggunaan arang aktif yang didukung oleh beberapa bukti 1. Kesehatan ginjal Arang aktif dapat membantu fungsi ginjal dengan menyaring racun dan obat yang tidak tercerna. Diperlukan lebih banyak penelitian, tetapi beberapa penelitian pada hewan menunjukkan bahwa arang aktif dapat membantu meningkatkan fungsi ginjal, dan mengurangi kerusakan dan peradangan gastrointestinal pada mereka yang menderita penyakit ginjal kronis. Dalam studi tahun 2014, tikus dengan induksi gagal ginjal kronis diberi makan campuran yang mengandung 20 persen arang aktif. Mereka mengalami peningkatan fungsi ginjal dan penurunan tingkat peradangan dan kerusakan ginjal. 2. Gas usus Serbuk arang aktif diduga mampu mengatasi gas usus, meski penelitian masih belum memahami caranya. Cairan dan gas yang terperangkap dalam usus dapat dengan mudah melewati jutaan lubang kecil pada arang aktif, dan proses ini dapat menetralisasinya. Di sebuah studi tahun 2017, orang yang mengonsumsi 45 mg simetikon dan 140 mg arang aktif tiga kali sehari selama 10 hari, semuanya melaporkan penurunan nyeri perut yang signifikan tanpa efek samping. Penelitiannya masih terbatas, tetapi panel Otoritas Keamanan Pangan Eropa EFSA melaporkan bahwa ada cukup bukti yang mendukung penggunaan arang aktif untuk mengurangi akumulasi gas yang berlebihan. 3. Penyaring air Orang telah lama menggunakan arang aktif sebagai filter air alami. Seperti halnya di usus dan perut, arang aktif dapat berinteraksi dengan dan menyerap berbagai racun, obat-obatan, virus, bakteri, jamur, dan bahan kimia yang ditemukan dalam air. Sebuah studi tahun 2015 menemukan, sistem penyaringan air yang menggunakan arang aktif, dapat menghilangkan sebanyak 100 persen fluorida dalam 32 sampel air tanpa filter setelah enam bulan pemasangan. 4. Diare Mengingat penggunaannya sebagai penyerap gastrointestinal pada overdosis dan keracunan, maka beberapa orang mungkin mengusulkan arang aktif sebagai pengobatan diare. Dalam tinjauan tahun 2017 terhadap studi terbaru tentang penggunaan arang aktif untuk diare, para peneliti menyimpulkan bahwa arang aktif dapat mencegah bakteri dan obat-obatan yang dapat menyebabkan diare terserap ke dalam tubuh, dengan menjebaknya di permukaan arang aktif yang berpori dan bertekstur. 5. Pemutih gigi dan kesehatan mulut Lusinan produk pemutih gigi mengandung arang aktif. Banyak produk kesehatan mulut yang mengandung arang aktif yang diklaim memiliki berbagai manfaat, seperti antivirus, antibakteri, antijamur, dan detoksifikasi. Dalam tinjauan tahun 2017, para peneliti menyimpulkan tidak ada data laboratorium atau klinis yang cukup, untuk menentukan keamanan atau efektivitas arang aktif untuk memutihkan gigi atau kesehatan mulut. 6. Perawatan kulit Para peneliti melaporkan, arang aktif dapat membantu menarik mikropartikel, seperti kotoran, debu, bahan kimia, racun, dan bakteri, ke permukaan kulit, yang membuatnya lebih mudah dihilangkan. 7. Deodoran Berbagai deodoran dengan kandungan arang aktif telah tersedia secara luas. Arang dapat menyerap bau dan gas berbahaya, menjadikannya ideal sebagai deodoran ketiak, sepatu, dan lemari es. Arang aktif juga dilaporkan mampu menyerap kelembapan berlebih dan mengontrol tingkat kelembapan pada level mikro. 8. Infeksi kulit Di seluruh dunia, banyak praktisi pengobatan tradisional menggunakan bubuk arang aktif yang terbuat dari tempurung kelapa untuk mengobati kondisi jaringan lunak, seperti infeksi kulit. Arang aktif dipercaya memiliki efek antibakteri dengan menyerap mikroba berbahaya dari luka. BACA JUGA Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Klik di Sini

makanan yang dikonsumsi seseorang dapat mengandung bakteri untuk mencegah